12
Apr
09

Si Bapak

E.. buseet.. ane juga ga ngerti ko bisa dapet pengalaman aneh gini. Serem, aneh, horor, unik. Jadi gini nih.. pas ane ikut seleksi Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) and Singapore-Indonesia Student Friendship Adventure Camp di LPMP DKI, panitianya kan dari Direktorat Pembinaan SMA, ya gitu deh.

Hehe, that’s not the point actually. Uhm, ketua panitia dari nih acara adalah seorang bapak-bapak yg berumur sekitar 35+ (dari tampangnya en perawakannya). Sebenernya sih ane udah ketemu sama nih bapak dua minggu sebelum acara ini di event Indonesian Schools Debating Championship (ISDC) di tempat n kepanitiaan yg sama. Pas ISDC ane ga ada merasa aneh atau apalah gitu berhubungan dengan beliau ini, tapi koq pas kemarin itu beliau kontroversial (banget).

Awalnya ane juga ga percaya dengan sebuah kejadian di depan mata kepala ane. Pas kami lagi excursion ke TMII after the selection, baru turun dari bis, si bapak nyamperin seorang siswi cantik dari salah satu SMA di jakarta, sebut saja namanya Bunga. (halahh..),

“Ya udah, kamu bebas mau kemana aja.”

“uhm, iya pak.”

Si cewek baruu aja mau manggil temennya, eh si bapak nyahut lagi.

“eh nak, sebentar!” Si bapak ngerogoh selembar duit biru dari dompetnya.

Si cewek terdiam, ane melongo.

“nih..” kata si bapak.

“ga usah pak.. makasih”

“sudah ga pa-pa..ambil aja”

… pada akhirnya sih ga diambil juga tuh duit dari si bapak (akhir cerita ini ane tau dari temen ane yg juga menyaksikan peristiwa itu. Ane ga tau endingnya karena udah keburu mau muntah liatnya jdnya kabur deh.) xP

Beuh.. tu baru satu kejadian aja. En mirisnya lagi, temen satu sekolah ane yg juga ikut acara jadi korban si bapak juga. (“juga”nya banyak banget). Tiap hari pasti ada aja momen kontroversial yang si bapak ciptakan. Dan korbannya adalah para cewek-cewek SMA yang cantik-cantik.

Dan pada akhirnya cewek-cewek peserta pada janjian. Hindari si bapak itu en kalo kepepet diajak ngomong, coba kabur atau cuekin dia. Yah, namanya juga udah malem terakhir, para peserta asik sendiri. Si bapak keliatannya ga enak gitu mau nyamperin para cewek seperti biasa.

Ya sudah. Kisahnya juga ga ada perkembangannya. Karena si bapak sangat sulit ditebak kepribadiannya. Horor gitu.. mungkin cenderung ke Psycho (paraaaaaah)

Hiii.. serem ahhh.. Alhamdulillah.. udah hengkang dari acara. Moga si bapak makin sukses aja lah.xD

17
Des
08

new decision (^_^)

It all started when I think about something silly..

It told me to write again..

OMG..okay,I’l write..

This is the problem.What kind of prose I’ll write? But first of all, why do I use english? Hmm.. it’s just a decision..FYI, I (seriously) need languages for my future..

So,u can get my point, right?(-_-)a Maybe the viewers can give me some comments or anything like that.

FYI(again),Now I’m trying hard to learn languages, such as french and japanese(the most serious) and I learn other languages as well but not as often and serious as those two languages.

Now back to the main question.. What kind of prose I’ll write? Ohh.. this is what I can’t get since the last time I wrote here. I even can’t finish my short story until now, I’m s**k at this. (alesaannn..just tel ‘em that u r lazy yo!)

Okay, okay, I get it. Here’s the problem, in “my computer/data (D:)/aDis”, I got many prose, and also short stories but I just keep them, YKW, it’s because of the THEME is about love, or marriage, or dating, okay, all about love.. I, Myself wanted to puke when I read them, love, and love, and love..

Now I’m trying to give something new.. I’ll write articles or maybe my opinions about something ‘hot’ in the news..

Alright.. Just Check ‘em out..

Be right back (if)

haha

16
Feb
08

Wake me up

“Mas, ingat ya, akad nikahnya jum’at ini, jangan terlambat,” 

“Tentu, dinda. Insya Allah saya takkan terlambat. Assalamu’alaikum,” 

“Wa’alaikumussalam” 

Fiuh, semua urusan sudah beres. Aku tinggal mengkonfirmasi orang-orang yang membantu menyediakan konsumsi. Tapi besok sajalah, aku terlalu letih. Malam ini aku bisa tidur. Aku merasa ada yang tidak masuk akal, tapi tetap saja aku menjalani ini dengan santai. Rasa aneh ini muncul jauh di dasar hatiku. Apa yang baru kukatakan tadi? Akad nikah? 

Jum’at paginya, 

“Nduk, nduk!” 

“Iya, bu” 

“Nduk, mana si Irfanmu itu? Mbo’ yo disuruh kesini saja sekarang. Bantu-bantu disini.” 

“Tadi sudah aku sms bu, dia mau kirim wesel dulu untuk adiknya di kampung, habis itu baru kesini.” 

“Nduk, pamanmu bilang, busnya besok setelah dhuhur. Jadi nanti bilang ke bojomu ya.” 

Loh, memangnya aku mau kemana? Batinku bertanya walau aku mengangguk saja pada ibuku. Aneh, ada yang aneh. Semuanya seperti skenario yang terencana tanpa kusadari. Apa ini? Pernikahan, bus hari sabtu, dan Irfan itu, sejak kapan aku kenal dia? Rasanya gak ada temanku yang bernama Irfan. Tapi kenapa semua ini terasa sudah ada dari dulu? Kenapa semua yang kuucapkan itu seperti muncul begitu saja sebelum kusadari itu aneh sekali. Yang berbicara itu bukan aku. Aku masih SMA. 

Aku melenggang saja. Tamu-tamu sudah berdatangan, penampilanku sudah menakjubkan, ibuku memujinya. Penghulu sudah datang, si Irfan itupun sudah datang, dia datang bersama bapaknya.Rapi sekali dia. Peci hitam dan setelan jas, kusadari dia tampan. Dia punya kharisma yang membuatku tersihir. Aku tersenyum sendiri.Di bagian lain dari diriku menjerit-jerit minta penjelasan. Aku masih sekolah.

Sejak kapan aku merencanakan ini? Apa aku lupa?  Tapi tak mungkin, aku saja sudah menyiapkan semuanya. Ah, apa maksud semua ini? Ada aku yang akan menikah dan ada diriku satunya yang selalu merasa aneh atas semua ini. 

Akad nikahnya sudah selesai. Tanpa kusadari, air mataku jatuh berderai-derai. Subhanallah, alhamdulillah. Berkali-kali kuucapkan. Kucium dengan sayang punggung tangan pemuda yang kini adalah suamiku. Walau aku tak mengerti, tapi ada kebahagiaan yang kurasakan. Suamiku seorang ikhwan yang tertarbiyah. Tapi disisi lain dari kharismanya, ia romantis. Kata-katanya membuatku melayang. Sejenak kulupakan semua keanehan itu. 

Malam itupun tiba. Malam pertama kami sebagai suami-istri. Aku merasa aneh saat dengan mesranya kugandeng tangannya menuju kamar kami. Sisi lainku berteriak, “Hei, ngapain aku ngelakuin ini? Kok aku seneng banget sih?”Tapi diriku yang sedang beraksi ini dengan santainya melakukan setiap hal yang tak bisa kupercaya asalnya dari mana. 

Saat aku akan membuka jilbab merahku,  

“Dinda sayang, aku mencintaimu  sejak awal melihat wajahmu.”

Aku tak tau mengapa, tapi diriku malah senantiasa menghampirinya, aku melayang bersama kata-katanya, dan saat aku hendak memeluknya, 

“NDUK, BANGUN! Oalah, habis subuh kok tidur lagi? Cepat bangun dan mandi, sudah jam tujuh kurang limabelas. Kamu bisa telat nduk!” 

“APA???” Jegerr, semua keindahan serta keanehan itu tiba-tiba hilang.

Damned, it was just a dream. Aaaah……. Pantas saja aku merasa aneh. 

Tapi karena menyadari aku sudah terlambat, tanpa memikirkan mimpi gila itu, buru-buru aku mandi dan sarapan, lalu aku langsung berangkat dengan motorku. 

Sesampainya di kelas, aku tidak dimarahi guru, karena tepat pada saat itu, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan masuk ke kelasku. Aku langsung terburu-buru menghampiri kursiku. 

“Anak-anak, kelas kalian ini kedatangan seorang murid baru. Dia ini pindahan dari pesantren Miftahul Jannah di kota tetangga. Bapaknya memindahkannya ke sekolah negeri atas permintaan pakdenya. Sudah, itu saja. Oiya, namanya Muhammad Irfan Syauqi Trisno. Irfan, silahkan masuk, ini kelasmu.” 

Gedubrak!! 

Aku jatuh dari kursi. Irfan? Nama itu, rasanya aku kenal. Ya, ada dalam mimpiku. Mulutku ternganga saat melihatnya masuk. Wajahnya persis yang ada di mimpi sialanku itu.

Temanku membantuku berdiri, persis saat Irfan hendak duduk di belakangku. Entah apa yang membuat mataku mengikuti arah geraknya. 

Pelajaran dimulai.

Aku senyum-senyum sendiri lalu istighfar. Sungguh suatu kebetulan. Si Irfan ini memang ikhwan jempolan. Dia menjaga pandangannya dan tingkahnya sopan seperti tutur katanya saat ditanyai oleh wali kelas kami.  

Aku seperti sudah mengenalnya dalam sekali. Ah, gara-gara mimpi itu. Sesaat aku berdoa pada Allah,

“Ya Allah, tuntunlah hati ini dan jangan Kau buat hamba terbuaikan oleh mimpi itu. Seandainya memang dia yang akan jadi jodohku, peliharalah kami dari dosa maksiat. Bila tidak, jauhkanlah dia dariku agar aku tak mengingat dan memikirkannya lagi.” 

Aku pun mengikuti pelajaran lagi setelah aku mengintip lelaki itu dari cermin di tanganku. Kini semua akan jadi berbeda. 

09
Jan
08

Forget it

Uuh..

kadang mungkin karena inilah aku jadi bete’ truz..

Aku slalu terbawa suasana.. Denger lagu sedih dikit,langsung mewek n jadi mellow bgd… Denger lagu yg ‘HOT’,lgsung balik k jaman jahiliyah dlu deh..

Maybe that’s the type of me..

Do you know how I could realize this?

I realized this wktu aku lagi les MTK ma seorang akhwt..

Kami sharing pas lagi bete’2ny ngerjain soal..

Beliau berkata,”….Makanya Dek, kakak merantau d jambiini untuk cari ilmu.. wajar kalokakak jarang dirumah.. kakak mengejar ilmu2 yg bermanfaat..entah itu ilmu matematika, agama, serta bahasa Inggris yang sedang kakak pelajari sekarang.”

Aaaaah..aku cuma terdiam mendengar ocehan beliau. Buset..aq tertohok oleh perkataan beliau..

Ya Allah.. Kenapa aq selalu diam di satu masalah? Kenapa begitu gampangnya aq terhanyut oleh masalah” yg aq hadapi? padahal masalah orang lain mungkin lebih sulit dari yg aq hadapi..

tapi ga tau kenapaaq ga pernah bisa mengatasi ‘penyakit’ku ini..

Walau aq tau apa yang harus aq lakukan,, it’s no use..

I can’t take this away!!

07
Jan
08

kuch kuch hota hai

astaghfirullahal adzim..

I even can’t believe this..gw jilbaber tp bs jg kayak gini… sebenernya gw sih seneng bs ngerasain ini.. tapi ga mudah untuk menjalaninya..

gw ga peduli mo orang peduli pa engga ma ni perasaan gw.cuz this is really beautiful.. I can fly if I see him(gubrak…diz, are you nuts???)

yeah..but that’s what I’m talkin’ ’bout.. you can’t believe it , huh?

would you understand that I’m just a ‘lil girl and I can’t help it, kuch kuch hota hai..

alhamdulillah niy.. gw sih kagak kemimpi-mimpi gitu seperti halnya someone fallin’ in love..

buut…. gw malu mikirin ini smua n gw ngerasa bulshit bgd kalo ngeliat ntu akhwat fillah yang bener” bs menjaga hatinya dari a dirt like what I’m feelin’…

yaah…that’s all..

Hope I can forget this…

kuch kuch hota hai… 

07
Okt
07

14 years oLd

uUuaHHH…..

daH 14 taun niH…

cepet bgd…

tapi knapa dRiku bLm bisa dewasa…

kadang aku meRasa aku sudah dewasa…

tapi pada saat itu juga orang” di sekitarku membuat aku seperti anak kecil yang tak tau apa-apa…. 

aku selalu berusaha berubah jadi lebih dewasa…

raJin sekaLi aku meNghubungi oraNg” yg Lebih tua untuk mendapaTkan kisah hidup serta nasihat dari mereka…

tak tau knp tapi memang aku senang melakukannya…

sudah banyak akhwat(bahkan tak sengaja ada 1 ikhwan ^o^) yang jadi “sasaRan”. Pastinya mereka lebih tua dariku.

sebelnya itu..teMan”ku menganggapku aneh…

‘ngapain sih, diZ?’

‘ga penting banget’

’sopan dikit dek jadi adek kelas, sok kenal banget’

‘g usah terlalu lah diZ… kamu kan bisa tanya ke kami aj!’

oH kawan…. ngertiin aku doOng…

uRrGhh…feeL Like just I’m the one to bLame…

naPa siiiiiHHHH??

kaLian tak tau tujuanku…

Lihat saja nanti…

aku takkan jadi anak kecil yg bisanya bergantung pada kalian…

aku akan jadi orang yang DEWASA….

DEWASA dalam artian yang sebenarnya….

DEWASA dalam segala hal…

aku akan bersabar mendengar semua ocehan kaLian….

toh kalau ALLAH SWT mengijinkan, aku akan berubah…

baHkan aku bersedia berubah 180 derajat…

hinGga orang terdekatku pun bisa pangling….

aHh…aku benci bgd kLo Lg emosi gini…

seMua haL yg tak mungkin aku jadikan kemungkinan…

yaAh..kaLau emang aku bisa, kita lihat saja nanti

…..aku cuma ingin menjadikan diriku lebih baik dan menjadikan teman”ku tersayang(^_^) jadi berubah(aku cuma ingin mereka lebih mengenal, mendalami, dan mengamalkan IsLam).

…..aku tak ingin diriku dan teman”ku tersayang terjerumus ke jurang maksiat serta zina(naudzubiLLah tsumma naudzubillah)

tapi kenapa teman”ku tersayang lebih bangga memBuka auRat dan memaMerkannya padahal lidahku ini sudah bosan memberi tau teman” tersayang… ku minta teman” tersayang membaca buku ini-itu, hadits ini bilang…, alQuran bilang…. apa kurang tegas aku memberitahunya padahal teman” tersayang sudah pernah berdebat denganku tentang ini.

kenapa teman”ku tersayang suka menunda-nunda perubahan??

‘ntarlah diz, dosa aku masih banyak’

‘ga segampang itu berubah diZ!’

‘duUh..gimana y diZ, aku masih sayang sama DIA’

apa teman” tersayangku itu tak pernah tau diriku yang sudah menjadikan ‘nekat’ sebagai modal berubah. Habisnya..kaLo tak begitu, kapan kita mau berubah sementara setiap helaan nafas itu sebagai wujud waktu kita terus berkurang. Kan kita ga tau kapan kita ‘keMbaLi’ kepada Tuhan….

ya udah kawan… terserah kalian…aku udah ngasih tau… aku selalu mendoakan kalian dengan doa rabithah seperti yang disarankan seorang akhwat yang akrab denganku… aku juga masih akan terus memberitahu kalian sampai kalian mengamalkannya atau malah meninggalkanku…

yaAh… itu aja deH.. tar aku jadi tambah sediH…




Februari 2010
S S R K J S M
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728